MAKNA TAHUN BARU
APA MAKNA
TAHUN BARU ITU ?

Tahun
baru adalah hari peringatan yang biasa dilakukan masyarakat untuk memperingati
datangnya tahun baru yang menggantikan tahun lama. Mereka telah melewati masa
satu tahun dan akan memulai tahun yang baru. Tahun baru di Indonesia
diperingati setiap tanggal 1 Januari karena Indonesia menggunakan kalender
Gregorian.
Perayaan
tahun baru Masehi biasanya dirayakan sangat meriah bahkan ada yang sengaja
melupakan sejenak persoalan hidup yang berat untuk sekedar merayakan pergantian
tahun: old and new. Tradisi yang dilakukan selalu rutin: meniup terompet dan
menyalakan kembang api pada saat detik jarum jam tepat di angka 12 atau pada
jam digital menunjukkan kombinasi angka “00.00”.
Tahun
baru telah dirayakan sejak lama, berikut adalah sejarah perayaan tahun baru.
1.
Sejarah Perayaan Tahun Baru Masehi
Tahun
baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah
Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti
penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.
Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes,
seorang ahli astronomi dari Iskkitariyah, yang menyarankan agar penanggalan
baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan
orang-orang Mesir.
Satu
tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan
Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1
Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari
ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari
penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di
tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius
atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius
Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.
2.
Perayaan Tahun Baru
Saat
ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat
Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang
menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.
Pada
mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan
baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi
dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1
Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal
tersebut.
2. Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara
Seperti
kita ketahui, tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan
ritual keagamaan. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap
tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan
pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya
dan semangka di pasir pantai sebagai penghormatan terhadap sang dewa
Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.
Seperti
halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan
hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan,
mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa
pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama
dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap
ke belakang).
Sedangkan
menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan
pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan
kekurangan pangan selama setahun penuh.
Yunani, buah delima yang menurut orang yunani melambangkan
kesuburan dan kesuksesan ditebarkan di pintu rumah, kantor dan took took
sebagai simbol doa untuk mendapatkan kemakmuran sepanjang tahun. Italia,
disalah satu kotanya, tepatnya Naples, pada pukul 00 tepat pada malam
pergantian tahun, masyarakat disana akan membuang barang barang yang sudah
usang dan tidak terpakai di jalanan. Spanyol, masyarakat spanyol tepat pada
malam pergantian tahun akan memakan anggur sebanyak 12 biji, jumlah yang hanya
12 melambangkan harapan selama 12 bulan kedepan.
Di Jepang,
masyarakat disana merayakan tahun barunya dengan memakan 3 jenis makanan
sebagai simbol yaitu telur ikan melambangkan kemakmuran, ikan sarden asap
melambangkan kesuburan tanah dan manisan dari tumbuhan laut yang melambangkan
perayaan.
Di Korea,
pada malam pergantian tahun masyarakat disana menikmati kaldu daging sapi yang
dicampur dengan potongan telur dadar dan kerupuk nasi atau yang biasa disebut
thuck gook.
Pada
tanggal 1 Januari orang-orang Amerika Serikat mengunjungi
sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of
Roses sebelum lomba football Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia;
atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana.
Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru,
pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton
program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak
orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan,
kembang api diledakkan dan orang-orang meneriakkan “Selamat Tahun Baru” dan
menyanyikan Auld Lang Syne. Di negara-negara lain (termasuk
Indonesia) mirip seperti perayaan tahun baru di Amerika Serikat.
3. Perayaan Tahun Baru di Beberapa Agama
Ada
beberapa agama telah menciptakan sistem tahunnya sendiri dan tentunya pasti ada
ritual tertentu bila tahun tersebut berganti dengan tahun yang baru. Berikut
adalah perayaan tahun baru di berbagai agama.
a.
Perayaan Tahun Baru Hindu
Agama
Hindu menggunakan sistem kalender Saka. Di bali, perayaan tahun baru Saka
disebut ‘Nyepi’
Nyepi
berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan
perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan / kalender caka, yang dimulai
sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru
Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktifitas seperti biasa. Semua
kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara
Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.
Tujuan
utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk
menyucikan Bhuana Alit dan Bhuana Agung (alam semesta). Sebelum Hari Raya
Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya
di daerah Bali.
Tiga
atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan
upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala
sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) di arak ke pantai atau
danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa
menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.
Sehari
sebelum Nyepi, yaitu pada "tilem sasih kesanga", umat Hindu
melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat,mulai dari
masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan dan seterusnya.
Mecaru
diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur,
mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan
dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga
bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari
lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali,
pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan
perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar.
Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.
b.
Perayaan Tahun Baru Islam
Dalam
agama Islam, perayaan tahun baru Islam dianggap haram. Ada tiga alasan kenapa
Islam melarang merayakan Tahun Baru Islam:
1.Hanya
Idul Adhha dan Idul Fithri yang dirayakan. Rasulullah saw memerintahkan kaum
muslimin untuk merayakan hanya Idul Adhha dan Idul Fithri. Rasulullah saw
bersabda: Likulli ummatin ’iidan wa haadzihi ’iidunaa: ’iidul adhha wa ’iidul
fithri [Setiap umat memiliki hari raya. Dan inilah hari raya kita: Idul Adhha
dan Idul Fithri]. Dengan kata lain, Rasulullah saw melarang merayakan hari-hari
selain Idul Adhha dan Idul Fitri, termasuk awal tahun hijriyah 1 Muharram.
1.
Para
Sahabat Nabi tidak ada yang merayakan Tahun baru Islam. Perlu diketahui,
Penanggalan Islam mulai dipakai pada masa pemerintahan Amirul Mu`minin ’Umar
bin Khaththab ra.
Padahal mereka menggunakan penanggalan Islam dan ada yang masih hidup hingga akhir masa Bani Umayyah. Tapi sekali lagi tidak ada satu pun sahabat Nabi yang merayakannya. Artinya, mereka bersepakat bahwa Awal Tahun Hijriyah tidak dirayakan. Tahun Baru Islam baru diadakan pada Abad ke-4 H di masa Kekhilafahan Fathimiyah yang beraliran Syi’ah Ismailiyah yang berpusat di Kairo Mesir. Tentu saja hal ini merupakan bid’ah yang sesat.
Padahal mereka menggunakan penanggalan Islam dan ada yang masih hidup hingga akhir masa Bani Umayyah. Tapi sekali lagi tidak ada satu pun sahabat Nabi yang merayakannya. Artinya, mereka bersepakat bahwa Awal Tahun Hijriyah tidak dirayakan. Tahun Baru Islam baru diadakan pada Abad ke-4 H di masa Kekhilafahan Fathimiyah yang beraliran Syi’ah Ismailiyah yang berpusat di Kairo Mesir. Tentu saja hal ini merupakan bid’ah yang sesat.
2.
Rasulullah
saw melarang tasyabbuh bil kuffar (menyerupai orang-orang kafir). Merayakan
tahun baru merupakan kebiasaan orang-orang kafir. Kebiasaan yang tidak boleh
menjadi kebiasaan umat Islam.
c.
Perayaan Tahun Baru Kristen
Bagi
orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi
dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama
Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun
Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.
d.
Perayaan Tahun Baru Buddha
Tahun
Baru Imlek merupakan perayaan terpenting
orang Tionghoa yang beragama Buddha. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari
pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月;
pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat
bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti
"malam pergantian tahun".
Di
Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru
Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti
perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api.
Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun
malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari
pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang
digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun
Tionghoa" dapat japada tahun 4707, 4706, atau 4646..
Dirayakan
di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari
libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru
di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa
berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan
Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina,
Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang
signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah
menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.
Sekian dari artikel saya mohon maaf apabila masih ada banyak kesalahan, dan
berikan kritik atau saran agar saya dapat mengembangkan artikel blog saya.
Nantikan artikel saya selanjutnya, Terima Kasih.
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletemenambah wawasan.., thanks..
ReplyDeleteoke mksh
ReplyDelete