MAKNA CITA-CITA
“ Apa
cita-citamu ?’’ kalimat itulah yang
sering menjumpaiku pada masa kecilku, bahkan sampai sekarang pun kalimat itu
sering kudengar di telingaku, apakah teman-teman juga mengalami hal tersebut
dimasa kanak-kanak kalian ?. oleh sebabitu diartikel saya yang ke 3 ini saya
akan membahas tentang MAKNA CITA-CITA.
APA MAKNA CITA-CITA ITU ?
Cita-cita
merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia atau bisa juga diartikan bahwa cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa
depannya,cita-cita itu adalah tujuan hidup.Cita-cita yang baik adalah cita-cita
yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang
lain dan sebagainya.Keberanian kita mengambil resiko hari ini bisa jadi menjadi
kesuksesan tak terduga di masa depan kita.
Setiap
orang memang diharuskan memiliki cita-cita dihidupnya, tidak hanya setiap orang,
bahkan suatu negara atau pun organisasi
diwajibkan memiliki cita-cita untuk mencapai sebuah kesuksesan.
Apakah teman-teman sudah memiliki cita-cita ?
Cita-cita dapat kita
ibaratkan seperti membangun sebuah rumah,
kita sudah memilikiberibu-ribu batu bata, berpuluh-puluh karung semen
dan berkubik-kubik pasir serta bahan-bahan bangunan yang lain untuk membuat
rumah namun kita tidak mempunyai rancangan maupun bayangan seperti apakah
bentuk rumah itu nanti. Alhasil, mungkin kita akan mendapatkan rumah dengan bentuk yang
aneh, gampang rubuh atau bahkan kita tidak akan pernah bisa membuat sebuah
rumah pun.
Sama halnya dengan cita-cita, kita sudah
memiliki bekal ilmu pengetahuan , kita sudah memiliki banyak peluang untuk
mengejar cita-cita tetapi apabila kita tidak memiliki bayangan ataupun usaha
untuk mencapai cita-cita tersebut niscaya cita-cita itu hanyalah sebuah angan-angan
belaka, lain halnya jika kita memiliki bayangan dan terus berusaha untuk
mencapai cita-cita tersebut mungkin cita-cita tersebut bisa cepat tercapai.
FENOMENA ORANG TANPA CITA-CITA.
Fenomena
seseorang tanpa cita-cita bisa dengan mudah kita temui, cobalah tanya kepada
beberapa orang siswa SMU yang baru lulus, akan melanjutkan studi di mana mereka
atau apa yang akan mereka lakukan setelah mereka lulus. Mungkin sebagian dari mereka akan
menjawab tidak tahu, menjawab dengan rasa ragu, atau mereka menjawab mereka
akan memilih suatu jurusan favorit di PTN tertentu. Apakah jurusan favorit
tersebut mereka pilih karena memang mereka tahu potensi mereka, tahu seperti
apa gambaran umum perkuliahan di jurusan tersebut dan peluang-peluang yang
dapat mereka raih kedepannya karena berkuliah di jurusan tersebut, sekedar
ikut-ikutan teman, gengsi belaka, trend, karena mengikuti “anjuran” orang tua,
atau bahkan asal pilih? Yang terjadi selanjutnya adalah di saat perkuliahan
sudah berlangsung, beberapa dari mereka ada merasa jurusan yang dipilihnya
tidak sesuai dengan apa yang dia bayangkan atau tidak sesuai dengan
kemampuannya.
Boleh jadi setelah itu ia akan mengikuti ujian lagi di tahun
depan atau malas-malasan belajar dengan Indeks Prestasi Kumulatif alakadarnya.
Sungguh suatu pemborosan terhadap waktu, biaya dan tenaga.,
Cita-cita bukan hanya terkait dengan
sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada
seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang
terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang
cita-cita lainnya. Namun seorang muslim tentunya akan menempatkan cita-citanya
di tempat yang paling tinggi dan mulia yaitu menggapai keridhaan Allah.
Sekian dari
artikel saya mohon maaf apabila masih ada banyak kesalahan, dan berikan
kritik atau saran agar saya dapat mengembangkan artikel blog saya. Nantikan
artikel saya selanjutnya, Terima Kasih.



Comments
Post a Comment